1 Tak Bisa Memiliki - Samsons
2 Baiknya - Ada Band
3 Dewi - Alexa
4 Betapa - Sheila On 7
5 Berhenti Berharap - Marcell
6 Jangan Sakiti - The Titans
7 Hitamku - Andra n D’backbone
8 Seperti Para Koruptor - SLANK
9 Terserah - Glenn Fredly
10 Ajari Aku - Adrian Martadinata
11 Bukan Dirinya - Magneto
12 Andai Saja - Ariss
13 Kau Yang Bisa - Malique d’essential
14 Walau Habis Terang - Peterpan
15 Sumpah Mati - Baron’s Soulmate
RUANG SITA
Bila Rasaku Ini Rasamu - Kerispatih
Kekasih Buat Kekasihku - Ribas
RUANG TUNGGU
Cinta Jangan Kau Pergi - Anggie
Untuk Mencintaimu - Seventeen
Let’s get the beat - Dirly
SEVENTEEN - Untuk Mencintaimu
SEVENTEEN BAND kini memang tak lagi berisi anak-anak muda belasan tahun yang "nekat" berkarya karena ingin berekpresi soal cinta, kegelisahan dan kesedihan. Kini, band asal Jogjakarta ini merevolusi dirinya sendiri, dengan tampilan yang lebih matang dan dewasa. Sebenarnya, band yang lahir 17 Januari 1999 ini tak tergolong band baru. Di ranah musik pop, Seventeen sudah melahirkan 2 album yang terhitung lumayan. Tidak meledak banget, tapi membuat penikmat musik Indonesia sempat menoleh. Kala itu, selain Bani (bass), Andi (drum), Yudhi (gitar), dan Herman (gitar), divisi vokal masih diisi line-up Doni. Bareng Doni, Seventeen sempat menelorkan dua album [Bintang Terpilih & Sweet Seventeen]. Bertapa 3 tahun, ternyata membawa banyak perubahan internal band yang beberapa lagunya sempat menjadi theme-song beberapa sinetron di televisi swasta. Perubahan itu terasa sekali pada personil yang kini mengisi Seventeen. Doni, frontman yang seolah menjadi ikon, memilih mundur. Kemudian tidak ada lagi nama Andi di posisi drum. Mundurnya Doni, memang menjadi "keribetan" sendiri. Selain banyak mencipta lagu di album sebelumnya, karakter vokal Doni sudah ngeblend banget dengan Seventeen. Alhasil, ketika melakukan audisi, personil lainnya sempat ketar-ketir sebelum akhirnya menemukan Ifan, cowok asal Pontianak, sebagai vokalis. Ifan pula yang didapuk sebagai vokalis di album ketiga bertajuk 'LELAKI HEBAT' [2008]. Ada perbedaan karakter yang kental. Doni berkarakter rock dengan aksentuasi serak yang khas, sementara Ifan lebih ngepop banget dengan ornamen melayu. Jadilah album ketiga ini, pop habis. Album ini, SEVENTEEN menjagokan single 'Selalu Mengalah' yang terdengar lebih fresh dan ngepop dibanding track album sebelumnya. Oh ya, ketika merilis album, band Jogjakarta ini memilih "sarangnya" pembajak di Glodok. Bukan cari sensasi, tapi karena mereka gemas dan sebel dengan ulah pembajak itu. SEVENTEEN sangat sadar, kalau usai rilis album, tiba-tiba saja albumnya sudah da di lapak-lapak di Glodok. SEVENTEEN memang sedang "bertaruh" dengan keberuntungan. Menjadi band medioker tentu bukan harapan mereka. Tapi kalau memang kudu berkutat dilevelan itu, SEVENTEEN mengaku akan tetap berkarya.
Dirly - Let’s get the beat

Anggie - Cinta Jangan Kau Pergi

Anggie, dalam usianya yang baru saja memasuki masa dewasa, perjalanan musiknya telah dimulai jauh sebelum rilisnya album ini.
Dimulai dengan menjadi finalis ASIA BAGUS pada tahun 1999, kemudian bergabung bersama Grup Vocal "AMARTYA 8" (Beranggotakan Anjasmara, Gunawan, Tia Ivanka, Anggie Regia, dan Didi Rachman), tahun 2001, selanjutnya pemilik nama lengkap Anggie Regia Anandari ini lebih dikenal sebagai pemain film, sinetron, dan presenter.
Di album debutnya ini, Anggie menawarkan sentuhan musik yang terkonsep matang, Anggie juga membuktikan bahwa dirinya mampu menulis lagu, yaitu pada lagu "Berkilau" dan "Pergilah". Vokal yang terasah dan performance yang menghanyutkan. Dibalut nuansa Pop Elektronic Jazz yang cozy, lantunan vocal yang soulfull serta lirik cinta yang simple namun mendalam, menjadi suguhan utama Anggie di solo album perdananya ini.
Single perdana yang pada era 90an sangat hits dibawakan oleh diva asal negeri jiran "Sheila Majid" buah cipta musisi senior tabah air "Ryan Kyoto dan Balyanto". Berkat bantuan sang vocal director Bang Ryan Kyoto, hasilnya cukup memuaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar