Senin, 28 Juli 2008

accoustice nite >> track accoustice











SORE - APATIS RIA

Alb. PORTS OF LIMA


DALAM DIMENSI musikal yang kini kerap identik dengan pop melayu, nama SORE bisa diletakkan pada posisi yang agak berbeda. Band yang setia diawaki AWAN GARNIDA [vocals & bass guitars], ADE FIRZA PALOH [vocals & Guitars], GUSTI PRAMUDYA [Drums, Acoustic Guitar & Vocals], REZA DWI PUTRANTO [vocals & Guitars], dan RAMONDO GASCARO [keyboard, Piano, & Vocals], memilih persepsi musik yang sedikit mundur eranya.
Setelah mendapat review yang cukup "mencengangkan" di album 'Centralismo' --lantaran nyaris semua review menyebut album perdana band ini sebagai 'wajib beli' kini mereka merilis album kedua 'PORTS OF LIMA' yang didengung-dengungkan bakal sesukses album pertama.
Ada "kemunduran" tema dalam artian, SORE kini tak lagi menampakan lembayung mataharinya. Dari lirik, dan penggarapan aransemen, band ini terasa lebih menyayat dan kelam. Entah kenapa, album ini terasa "menyedihkan" mendengarnya.
Sedih memang dari sisi tema. Coba simak track 'In 1997 The Bullet Was Shy' ciptaan Ade. Percaya atau tidak, dalam perbincangan dengan SORE, lagu ini ada kaitannya dengan masa lalu Ade. Konon, Ade pernah nyaris bunuh diri. Kok? Nggak heran, liriknya seperti orang putus asa. Aransemen? Nah, kalau ini SORE memang serius menggarapnya. Track ini saja dengan sisipan ornamen jazznya, terasa mengalir dengan enteng.
Tapi jangan coba-coba menyimak dalam satu putaran saja. Seperti lagu 'Apatis Ria' yang terdengar gothic dengan akustik dan choir-choir yang mengingatkan penulis pada model lagu Gregoriana. Percayalah, kamu kudu mendengarkan lebih dari sekali, sampai bener-bener 'catch the essence' dari aransemen yang memang rumit ini.
Di album PORTS OF LIMA, distorsi porsi gitar diperbanyak, penggunaan brass dan strings tidak sedominan CENTRALISMO. Beberapa nama yang membuat album ini terkesan "serius banget" juga muncul. Tika misalnya, menjadi backing ampuh di track 'Senyum Dari Selatan' atau Mian Tiara yang range-nya lebar di track 'Setengah Lima, Bogor Biru, Essensimo' dan 'Layu'

Tidak ada komentar: